Kapolda Sumsel Tegaskan Persatuan Adalah Benteng Terkuat Kamtibmas, Warga Diajak Aktif Cegah Provokasi
PALEMBANG || RBN.CO.ID – Upaya memperkuat stabilitas keamanan di tengah pesatnya dinamika sosial masyarakat terus dilakukan Polda Sumatera Selatan. Melalui Apel Besar Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolrestabes Palembang, Selasa (28/7/2026), Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan persatuan sebagai fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Apel yang mempertemukan unsur Forkopimda, mahasiswa, organisasi buruh, komunitas pengemudi ojek daring, tokoh masyarakat, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dalam amanatnya, Kapolda menekankan bahwa perkembangan sebuah kota membawa dua konsekuensi sekaligus. Di satu sisi mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat, namun di sisi lain berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diantisipasi bersama.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan situasi kondusif tidak mungkin hanya mengandalkan aparat kepolisian. Keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor utama agar setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
"Kita tidak perlu menjadi seorang Superman, tetapi yang kita butuhkan adalah sebuah Super Team. Jadikanlah Sabuk Kamtibmas sebagai pengikat persatuan serta benteng sosial untuk menjaga keamanan bersama," tegas Irjen Pol. Sandi Nugroho.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi maupun berbagai narasi provokatif yang berpotensi memecah persaudaraan. Ia mendorong warga menghidupkan kembali budaya gotong royong melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai bentuk kewaspadaan kolektif.
Baginya, keberhasilan kepolisian bukan semata diukur dari banyaknya pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap. Pencegahan tindak kriminal melalui meningkatnya kesadaran masyarakat justru menjadi indikator keberhasilan yang lebih penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumsel turut menampilkan sejumlah capaian pelayanan kepada masyarakat, di antaranya penyerahan kembali kendaraan hasil ungkap kasus kepada pemiliknya, pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 19,4 kilogram, serta peluncuran aplikasi digital Ampera 247 yang dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan kepolisian secara cepat dan terpadu.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menegaskan bahwa pesan Kapolda bukan sekadar ajakan seremonial, melainkan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan masyarakat Sumatera Selatan.
Menurutnya, ancaman terhadap keamanan sa'at ini tidak hanya berasal dari tindak kriminal konvensional, tetapi juga penyebaran hoaks dan informasi provokatif yang mampu memicu konflik sosial apabila tidak disikapi secara bijaksana.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, sekaligus memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal.
Apel Besar Sabuk Kamtibmas sekaligus menjadi simbol penguatan kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah. Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, penegakan hukum yang humanis, serta dukungan teknologi pelayanan publik, Polda Sumatera Selatan berharap budaya saling menjaga dan saling peduli semakin mengakar di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat "Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae".***
Sophia T
Penyunting : Dewi Sari