Waasops Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Satgas Karhutla 2026, Tegaskan Kesiapan Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan
Disunting: Admin Dewi Sari
Jakarta || Radar Berita Nasional.co.id – Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsda TNI M. Taufik Arasj, S.Sos., M.I.Pol., CHRMP, memimpin Apel Gelar Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026).
Apel gelar pasukan tersebut merupakan bentuk kesiapan TNI dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Kesiapan itu meliputi personel, alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta sarana dan prasarana pendukung guna mendukung operasi penanggulangan Karhutla secara efektif.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan Waasops Panglima TNI, ditegaskan bahwa TNI memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Karhutla secara terpadu, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
"Kehadiran TNI harus mampu memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana," demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Waasops.
Panglima TNI juga menekankan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla tidak semata-mata diukur dari kemampuan memadamkan api, melainkan dari keberhasilan mencegah munculnya titik-titik api sejak dini serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Keberhasilan penanganan Karhutla bukan hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari keberhasilan mencegah munculnya titik api dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat," tegasnya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Panglima TNI mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kolaborasi antara TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Menutup amanatnya, Panglima TNI menyampaikan keyakinan bahwa Satgas Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 mampu menjalankan tugas secara optimal melalui kerja sama yang solid, ko'ordinasi yang efektif, dan dedikasi seluruh personel.
"Saya yakin, dengan kerja sama yang solid dan ko'ordinasi yang baik, Satgas Penanganan Karhutla Tahun 2026 akan mampu melaksanakan tugas secara optimal demi melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung ketahanan nasional," pungkasnya.
Apel Gelar Satgas Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 menjadi wujud komitmen TNI dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini juga mempertegas dukungan TNI terhadap upaya terpadu pemerintah dalam melindungi keselamatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat ketahanan nasional melalui penanganan Karhutla yang cepat, terko'ordinasi, dan berkelanjutan.***
(Sophia T)