1.074 Personel Gabungan Amankan Dua Aksi Unjuk Rasa Di Jakarta Pusat, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional
JKT || RBN.CO.ID – Sebanyak 1.074 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Jakarta Pusat pada Jumat (3/7/2026).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan pengamanan difokuskan di dua lokasi, yakni kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, dan Gedung DPR/MPR RI, Senayan.
"Aksi unjuk rasa dari Forum Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) dan beberapa elemen di wilayah Gambir direncanakan berlangsung pukul 13.00 WIB," ujar Erlyn.
Selain itu, aksi unjuk rasa juga akan digelar oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan Koordinator Komisariat Universitas Nasional di depan Gedung DPR/MPR RI.
"Aksi dari Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Selatan Koordinator Komisariat Universitas Nasional di depan Gedung DPR/MPR RI," katanya.
Polisi menyatakan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama jumlah massa yang hadir.
Masyarakat diimbau menghindari kawasan sekitar Monas dan Gedung DPR/MPR selama aksi berlangsung untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas serta mencari jalur alternatif apabila diperlukan.
Dalam perkembangan kasus berbeda, Unit Reserse Kriminal Polsek Tebet mengungkap modus pencurian sepeda motor yang dilakukan seorang tersangka berinisial Kates.
Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Tomi mengatakan sepeda motor hasil curian tersebut sempat dijual ke sebuah dealer motor bekas dengan harga Rp10 juta.
"Motor itu sudah sempat dijual Kates ke dealer jual-beli motor bekas seharga Rp10 juta. Diketahui tersangka ini sudah 10 kali beraksi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara," ujar AKP Tomi.
Polisi telah memeriksa empat orang saksi dalam perkara tersebut. Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya satu unit Honda Vario warna silver bernomor polisi B 3950 PDH, faktur dan dokumen kendaraan, rekaman CCTV, dua unit telepon genggam replika, masker, jaket hitam, serta celana yang diduga digunakan tersangka saat menjalankan aksinya.
Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengembangkan kasus dan menelusuri kemungkinan adanya lokasi maupun korban lain yang berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.
(Supriadi Oleng)