Diduga Ancam Dan Intimidasi Media, Video Pria Acungkan Besi Hebohkan WAG Masyarakat Kabupaten Tangerang !!
Fotto SS Video Beredar yang telah disamarkan demi menjaga teguh kode etik dan azas praduga tak bersalah
TANGERANG KAB || RBN.CO.ID - Jagat media sosial WhatsApp Group (WAG) komunitas masyarakat Kabupaten Tangerang kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video bernada ancaman pada Sabtu malam (16/5/2026) sekira pukul 19.40 WIB.
Dalam video yang beredar luas tersebut, tampak seorang pria bertelanjang dada mengenakan penutup kepala bermotif batik melontarkan kata-kata keras disertai gestur intimidatif menggunakan sepotong besi bulat panjang berlapis stainless. Besi itu diacung-acungkan sambil digerakkan ke arah leher seolah memperagakan tindakan penyembelihan terhadap pihak yang ditujunya.
Peristiwa ini diduga memicu keresahan publik lantaran narasi yang disampaikan pria tersebut dinilai mengandung unsur ancaman kekerasan dan intimidasi serius.
Dalam rekaman video, pria itu terdengar mengucapkan kalimat bernada keras dan emosional.
“Ada media langkahi dulu mayat saya..! Jangan macem-macem masuk wilayah orang. Saya pukul kamu pakai ini, mampus kamu di sini..! Patah leher kamu..!! Masuk wilayah orang tanpa salam mlikum. Jangan main-main kamu. Kamu culik orang-orang saya, saya gorok leher kamu.” ancam nya pada sebuah video tersebut.
Ucapan tersebut sontak menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan masyarakat dan insan pers. Banyak pihak menilai tindakan itu tidak dapat dibenarkan karena diduga mengandung ancaman terbuka yang berpotensi memicu keresahan serta intimidasi terhadap profesi media maupun pihak tertentu.
Ironisnya, kejadian ini muncul belum lama setelah publik Kabupaten Tangerang sebelumnya dihebohkan duga'an ujaran penghina'an terhadap profesi media. Kini, muncul kembali video bernuansa kekerasan verbal yang dinilai semakin memperburuk iklim kondusifitas sosial dan kebebasan pers di daerah.
Sejumlah warga yang menyaksikan video tersebut berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penelusuran terhadap identitas pria dalam video serta motif di balik pernyata'an bernada ancaman tersebut.
“Kalau benar ada unsur ancaman dan intimidasi, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat merasa takut atau muncul aksi-aksi premanisme,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat juga mengingatkan agar seluruh pihak menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan maupun ancaman dalam menyelesaikan persoalan apa pun. Indonesia adalah negara hukum, sehingga segala bentuk intimidasi, ancaman fisik, maupun tindakan yang mengarah pada kekerasan seharusnya diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku.
Atas fenomena tersebut membuat darah mendidih seorang pakar hukum pidana berdarah Aceh yakni Prof.DR Sutan Nasomal,S.H,M.H., angkat bicara. Beliau sangat mengecam keras atas tindakan tidak terpuji itu, dan menekankan kepada seluruh insan Pers agar menindak lanjuti kasus tersebut bawa ke ranah hukum agar segera di proses. " Cari yang bersangkutan karena yamg disebut nya Media, berarti ada duga'an mengenai semua insan pers.Apa maksud nya atau mau menghina profesi media..?! Proses hukum seberat-berat nya dan agar menjadi efek jera pada setiap orang yang akan mengulang kejadian serupa di kedepan hari nya." Tegas nya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai identitas pria dalam video maupun lokasi pasti kejadian tersebut. Dan kapan kejadian serta secara pasti TKP berlangsung, sementara tim awak media massa berinisiatif terus meng gali informasi terlebih kepada APH (Aparat Penegak Hukum) yakni Kepolsian dengan harapan agar segera terungkap dan yang bersangkutan dapat mempertanggung jawabkan perbuatan nya di mata hukum yang berlaku dinegri ini.***
Pewarta : Dewi Sari
Editor : Taer-Red.