Festival Pencak Silat Seni C-MORE Championship III Bertema Cerdas, Modern, Religius

Festival Pencak Silat Seni C-MORE Championship III Bertema Cerdas, Modern, Religius

TANGSEL || RBN.CO.ID - C-MORE Championship III berlangsung meriah dan penuh semangat di Gedung Youth Center Pamulang, Jumat (15/05/2026). Bendera organisasi pencak silat dari berbagai perguruan menghiasi sekeliling arena, sementara irama musik tradisional khas Nusantara menggema menyambut kedatangan peserta, penonton, dan tamu undangan.


Sejak pukul 08.00 WIB, para peserta mulai melakukan pendaftaran ulang dan persiapan akhir sebelum memasuki arena pertandingan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia C-MORE Championship dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.


Rangkaian pembukaan diawali dengan tarian penyambutan yang memukau, dilanjutkan prosesi masuknya para juri dan pejabat terkait. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus mempererat persaudaraan antarperguruan silat di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.


“Kejuaraan ini bukan sekedar ajang bertanding, melainkan wadah untuk menampilkan keindahan dan nilai luhur pencak silat sebagai identitas bangsa. Tema Cerdas, Modern, Religius kami angkat agar para pesilat tidak hanya mahir secara fisik, tetapi juga cerdas berpikir, berperilaku modern, dan berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Ketua Panitia.


Puncak pembukaan dilakukan oleh perwakilan Wali Kota Tangerang Selatan yang secara resmi membuka Festival Pencak Silat Seni C-MORE Championship III. Suara tabuhan gendang yang menggema disambut sorak sorai ribuan hadirin yang memadati ruangan.


Fokus utama pertandingan berada pada kategori Seni yang menilai tiga unsur utama pencak silat, yakni Wiraga (gerakan tubuh), Wirama (kesesuaian irama), dan Wirasa (penghayatan gerakan). Para peserta dari kategori usia dini, pra remaja hingga remaja tampil bergantian memperagakan gerakan indah, terukur, dan penuh makna sehingga mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton.


Kegiatan kemudian berlanjut dengan suasana yang semakin kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Hari kedua mempertandingkan kategori Seni yang belum selesai sekaligus dimulainya babak awal kategori Tanding. Arena dibagi menjadi beberapa sektor agar seluruh pertandingan berjalan tertib dan tepat waktu.


Lebih dari 650 pesilat dari 25 perguruan atau padepokan turut ambil bagian dalam kejuaraan tahun ini. Meski persaingan berlangsung ketat, semangat persaudaraan tetap terasa kuat. Sebelum dan sesudah bertanding, para peserta tampak saling bersalaman dan menghormati satu sama lain sebagai wujud etika luhur pencak silat.


Para juri yang terdiri dari praktisi dan ahli pencak silat bersertifikat memberikan penilaian secara teliti. Untuk kategori seni, aspek kehalusan gerakan, keserasian iringan musik, serta ekspresi menjadi poin utama. Sedangkan pada kategori tanding, ketangkasan, strategi, dan penguasaan teknik menjadi faktor penentu kemenangan.


Di sela pertandingan, panitia juga menghadirkan panggung hiburan serta stan informasi budaya guna memperkaya suasana festival. Orang tua dan para pendukung peserta terlihat antusias memberikan semangat dengan tetap menjaga ketertiban sehingga acara berlangsung aman dan kondusif.


(Ensu)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13