GUBUK MISTERIUS DI RAJEG DIDUGA JADI SARANG TRAMADOL ILEGAL ! "WARGA RESAH", PELAKU KABUR SA'AT DIDATANGI AWAK MEDIA MASSA UNTUK KONFIRMASI !!

GUBUK MISTERIUS DI RAJEG DIDUGA JADI SARANG TRAMADOL ILEGAL !

SUKATANI, RAJEG || RBN.CO.ID–Duga'an praktik peredaran obat keras golongan G jenis tramadol Eksimer kembali mencuat di wilayah Pondok Sukatani Permai, RT 04 RW 04, Kel Sukatani, Kec Rajeg, Kab Tangerang-Banten (11/4/26).


Sebuah gubuk di pinggir Jl Raya Rajeg diduga kuat menjadi lokasi transaksi obat - obatan keras ilegal yang telah lama beroperasi secara diam-diam namun terorganisir rapih. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pil-pil yang diduga tramadol tersebut dikemas dalam plastik kecil dan siap edar.


Peredaran ini disebut-sebut menyasar kalangan remaja, sehingga memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat. Situasi mencurigakan terjadi saat tim awak media mendatangi lokasi untuk konfirmasi sejumlah orang yang diduga terlibat langsung berhamburan dan kabur meninggalkan tempat.


“Baru ada yang datang dan tanya-tanya, langsung kabur semua. Seperti sudah tahu itu ilegal,” ungkap seorang warga yang enggan di sebut nama.


Aksi tersebut semakin memperkuat dugaan adanya praktik jual beli obat keras tanpa izin yang masih berlangsung bebas. Warga pun geram dan mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk menindak tegas aktivitas ilegal tersebut sebelum semakin meluas dan merusak generasi muda.


Selain melanggar hukum, peredaran tramadol tanpa pengawasan medis berpotensi membahayakan kesehatan hingga menyebabkan ketergantungan. Tim investigasi juga mendorong agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan mendalam dan memberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.


Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Masyarakat berharap aparat tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata.


(Tim)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13