Jejaring 79 Pusat Studi Perkuat Transformasi Polri, Polda Riau Kembangkan Green Policing Berbasis Riset

Jejaring 79 Pusat Studi Perkuat Transformasi Polri, Polda Riau Kembangkan Green Policing Berbasis Riset

JKT || RBN.CO.ID – Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi melalui pengembangan ekosistem ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Salah satu terobosan terbaru ditandai dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau yang mengusung konsep Green Policing.


Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., mengatakan penguatan jejaring pusat studi menjadi fondasi penting dalam melahirkan inovasi, pengembangan doktrin, serta kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan.


"Transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Karena itu, Polri terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui pengembangan jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian," ujar Kadiv Humas Polri.


Ia menjelaskan, dari total 79 pusat studi tersebut, sebanyak 40 telah beroperasi, lima sedang dalam tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, dan 34 lainnya masih dalam proses penyusunan kerja sama. Selain itu, PTIK juga telah mengembangkan 16 pusat studi tematik sebagai center of excellence yang mengkaji berbagai disiplin ilmu kepolisian.


Menurut Johnny, pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau memperluas spektrum kajian kepolisian yang sebelumnya telah mencakup bidang teknologi kepolisian, keamanan nasional, siber, antikorupsi, forensik, hingga perlindungan perempuan dan anak.


"Keamanan masa depan tidak lagi hanya berbicara mengenai gangguan kamtibmas konvensional. Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta kejahatan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional," tegasnya.


Pembentukan pusat studi tersebut dibahas dalam kunjungan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian PTIK Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., bersama Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., ke Polda Riau pada Kamis (23/7), sebagai bagian dari penguatan jejaring pusat studi kepolisian di Indonesia.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan memaparkan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, ancaman seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran lingkungan, hingga dampak perubahan iklim tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam keselamatan masyarakat.


Implementasi Green Policing dibangun melalui tiga pilar utama, yakni prevention, law enforcement, dan restoration. Pendekatan tersebut diperkuat melalui pembangunan budaya organisasi berbasis Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter setiap insan Bhayangkara.


Selain menjadi pusat penelitian, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan juga diproyeksikan sebagai think tank yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan guna menghasilkan riset, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta rekomendasi kebijakan berbasis evidence-based policing.


Dengan karakteristik geografis Riau yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia, hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia, serta tantangan kebakaran hutan dan lahan yang kompleks, Polda Riau dinilai memiliki posisi strategis sebagai living laboratory Green Policing. Pengalaman empiris di lapangan akan dipadukan dengan kajian akademik untuk menghasilkan model pemolisian yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan berbasis ilmu pengetahuan.


Sophia T / D Arif

Editor : Dewi Sari

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13