Koperasi Merah Putih Mulai Berjalan, Pengurus Harapkan Dukungan Modal Pemerintah
JKT || RBN.CO.ID — Keberada'an Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan dan desa mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan koperasi agar mampu melayani kebutuhan warga secara lebih luas.
Salah seorang pengurus koperasi mengatakan, kegiatan yang digelar menjadi momentum positif karena memberikan dukungan serta arahan bagi koperasi-koperasi yang telah terbentuk di berbagai wilayah.
"Acara ini cukup mendukung koperasi-koperasi yang ada di kelurahan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami mendapatkan arahan dan dukungan agar koperasi bisa berkembang lebih baik," ujar narasumber.
Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih di wilayahnya saat ini sudah berjalan dengan sistem keanggota'an yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT, RW, kader Jumantik, kader Dasawisma, hingga warga yang menjadi anggota koperasi.
"Untuk sementara modal koperasi masih berasal dari anggota. Setiap anggota diwajibkan membayar iuran bulanan sebesar Rp10.000. Walaupun nilainya tidak besar, iuran tersebut menjadi modal awal agar usaha koperasi tetap berjalan," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sudah mulai tersedia melalui koperasi, seperti gas LPG, minyak goreng, dan beras. Namun, karena keterbatasan modal, pelayanan dan ketersedia'an barang masih terbatas.
"Usaha sudah berjalan, gas sudah ada, minyak, sembako, dan beras juga sudah tersedia. Tetapi masih terbatas karena modalnya masih untuk memutar usaha. Sa'at ini yang berbelanja masih anggota koperasi, belum mencakup seluruh masyarakat," katanya.
Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan dukungan permodalan bagi Koperasi Merah Putih sesuai dengan program yang telah disampaikan sebelumnya.
"Harapan kami kepada pemerintah, modal untuk koperasi dapat segera diberikan agar koperasi memiliki kemampuan menyediakan kebutuhan masyarakat secara lebih lengkap. Untuk tahap awal, yang paling utama adalah penguatan usaha sembako," ungkapnya.
Dengan adanya dukungan modal yang memadai, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Kalau modal sudah mencukupi, koperasi akan lebih berkembang dan manfa'atnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.
(Supriadi Oleng)