LSM KOMANDO DEKLARASIKAN “DIPLOMASI KERAKYATAN” SIAP JADI JEMBATAN ASPIRASI RAKYAT DAN MITRA STRATEGIS PEMDA, "Garang Ke Data, Elegan Ke Manusia. Hasilnya Harus Manis Untuk Rakyat"
TANGERANG KAB || RBN.CO.ID - LSM Komando Corong Aspirasi Rakyat (KCAR) mendeklarasikan arah baru gerakan organisasi melalui konsep Diplomasi Kerakyatan, sebuah strategi perjuangan yang menempatkan organisasi sebagai jembatan komunikasi rakyat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah (10/5/2026).
Ketua Umum KCAR, M. Omar Rodhi menegaskan, transformasi tersebut lahir dari tingginya tingkat kepercayaan publik yang mencapai 76,2 persen. Menurutnya, Komando tidak lagi ingin dipandang sekadar oposisi jalanan yang reaktif, melainkan organisasi rakyat yang bekerja dengan pendekatan data, argumentasi hukum, dan solusi nyata.
“Komando hari ini bukan hanya pengeras suara aspirasi, tetapi menjadi penghubung antara kebutuhan rakyat dan kebijakan pemerintah. Kami ingin memastikan setiap keluhan masyarakat benar-benar berubah menjadi tindakan nyata,” tegas Rodhi di Posko Komando Kota Tangerang.
Konsep Diplomasi Kerakyatan dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, Filosofi Jembatan, yakni memastikan aspirasi masyarakat seperti perbaikan Jalan Stadium 4 Teluknaga tidak berhenti di meja rapat, tetapi terealisasi di lapangan. Kedua, Mitra Strategis, di mana Komando berperan sebagai mitra kritis pemerintah dengan menyuplai data lapangan yang akurat dan faktual. Ketiga, Pagar Data Hukum, yaitu menjaga independensi organisasi melalui fakta, kajian hukum, dan argumentasi objektif, bukan sekadar lobi politik.
“Yang bicara bukan pribadi saya. Yang bicara adalah data dan fakta di lapangan,” ujar Rodhi.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan Diplomasi Kerakyatan sangat sederhana dan bisa langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, kedekatan dengan pejabat tidak boleh berhenti pada seremoni atau foto silaturahmi semata.
“Habis ngopi dengan Bupati, besoknya Jalan Pakuhaji dicor atau tidak? Kalau dicor, rakyat menang. Kalau hanya foto-foto, berarti jembatan roboh dan Komando layak dituduh masuk angin,” sindirnya tajam.
Ke depan, KCAR menargetkan diri berkembang menjadi think-tank kebijakan rakyat, yaitu organisasi yang mampu menyusun rekomendasi strategis berbasis kebutuhan masyarakat bawah.
“Meja kopi boleh manis, tapi data kami tetap pahit. Dan hasil akhirnya harus manis untuk rakyat. Satu Jiwa – Satu Komando!” pungkas Rodhi.
Pewarta : TIM