Mediasi Penarikan Motor Di Pasar Kemis Memanas, Awak Media Diduga Diintimidasi Oknum Debt Collector !
TANGERANG KAB || RBN.CO.ID - Suasana mediasi penarikan kendara'an di kawasan Jl. Bumi Indah, Pasar Gotong Royong, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mendadak memanas,pada Selasa (12/5/2026). Proses yang seharusnya berjalan kondusif justru berubah menjadi cekcok dan duga'an intimidasi terhadap awak media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di wilayah hukum Polsek Pasar Kemis.
Pengendara motor berinisial MZ mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditekan untuk menyerahkan uang sebesar Rp3.500.000 kepada pihak debt collector sebagai syarat penyelesaian persoalan kendara'an. Setelah berlangsung negosiasi cukup alot, angka tersebut akhirnya turun menjadi Rp2.500.000.
“Saya awalnya diminta Rp3.500.000. Setelah negosiasi akhirnya disepakati Rp2.500.000 dan uang itu diterima,” ungkap MZ kepada wartawan.
Namun ketegangan tak berhenti di situ. Sa'at sejumlah wartawan melakukan peliputan dan pengambilan gambar di lokasi, beberapa oknum debt collector diduga menunjukkan sikap arogan dan intimidatif.
Bahkan salah satu oknum secara lantang melarang awak media merekam situasi yang terjadi.
“Jangan ada yang videoin, mau media mau apa juga!” teriak salah satu oknum debt collector di hadapan wartawan.
Ucapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari awak media yang menilai tindakan itu sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik dan upaya membungkam informasi di ruang publik.
Padahal, kerja pers telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Setiap tindakan yang menghalangi, menekan, atau mengintimidasi wartawan sa'at menjalankan tugas dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.
Insiden ini kini menjadi sorotan, terutama terkait dugaan tindakan semena-mena oknum debt collector terhadap masyarakat maupun insan pers di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak debt collector belum memberikan klarifikasi maupun keterangan resmi terkait kericuhan dan dugaan intimidasi tersebut.***
Pewarta : TIM
Editor : Dewi Sari
Sumber : Marsin. CS