PaSKI DKI Jakarta Tancap Gas! Komedi Disiapkan Jadi Kekuatan Besar Sambut 5 Abad Jakarta
DKJ || RBN.CO.ID - Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) DKI Jakarta tak mau sekedar jadi pelengkap. Menyambut 500 tahun Jakarta, organisasi ini justru tancap gas menjadikan komedi sebagai kekuatan budaya sekaligus motor ekonomi kreatif ibu kota.
Di bawah komando Mucle Katulistiwa, PaSKI DKI Jakarta hadir dengan gebrakan baru. Komedi didorong naik kelas, bukan hanya hiburan, tapi juga alat pemersatu sosial dan penggerak industri kreatif.
“Komedi bukan sekedar tontonan. Ini energi sosial yang bisa menghidupkan kota,” tegas Mucle, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, Jakarta sebagai kota global butuh ruang ekspresi yang sehat dan segar. Di tengah tekanan hidup perkotaan, humor dinilai mampu menjadi penyeimbang sekaligus sumber optimisme masyarakat.
Tak main-main, PaSKI DKI Jakarta sudah menyiapkan sejumlah program konkret. Salah satunya adalah membawa komedi masuk ke sekolah dan kantor.
Program ini akan diwujudkan lewat workshop dan coaching clinic bagi para guru agar proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan. Sementara di lingkungan kerja, pendekatan humor diyakini mampu mencairkan suasana dan memperkuat komunikasi.
Langkah besar lainnya, PaSKI DKI Jakarta juga menggandeng berbagai asosiasi strategis seperti IVENDO, IMARINDO, AELI, Rental Indonesia, hingga Backstager. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata.
Mucle memastikan, seluruh seniman komedi dari berbagai latar budaya akan dirangkul. Ia menilai keberagaman Jakarta adalah kekuatan utama yang harus diangkat melalui seni.
“Semua budaya punya ruang. Komedi jadi jembatan untuk menyatukan,” imbuh nya.
Tak berhenti di situ, PaSKI juga membidik ruang-ruang publik sebagai panggung baru. Targetnya jelas: menghadirkan lebih banyak tawa di tengah padatnya kehidupan ibu kota.
“Di tengah hiruk pikuk Jakarta, kami ingin masyarakat tetap punya alasan untuk tersenyum. Karena tiada hari tanpa komedi,” tutup nya.***
Pewarta. : I'in Warsinah / M Sadam
Penyunting : Dewi Sari