Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Jumlah Pemain, Gali Freitas Janji Evaluasi
Surabaya ||RBN.CO.ID-Persebaya Surabaya harus menerima hasil imbang saat menjamu Dewa United pada lanjutan pekan ke-19 Super League musim ini. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/26), laga berakhir dengan skor 1-1 meski tim tamu harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan sepuluh pemain.
Bermain di hadapan sekitar 23 ribu Bonek, Persebaya tampil dominan sejak menit awal. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan gol pembuka yang membuat publik tuan rumah bergemuruh. Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama setelah Dewa United mampu menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat.
Situasi pertandingan berubah ketika salah satu pemain Dewa United harus meninggalkan lapangan akibat kartu merah. Keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya semakin agresif menekan lini pertahanan lawan. Sejumlah peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat gol tambahan tak kunjung hadir hingga peluit panjang dibunyikan.
Pemain Persebaya, Gali Freitas, mengaku kecewa dengan hasil tersebut, terlebih karena timnya tampil di kandang sendiri dan memiliki keunggulan jumlah pemain. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim.
"Kami tentu ingin menang, apalagi bermain di depan pendukung sendiri. Hasil ini bukan yang kami harapkan, tapi kami harus menerimanya dan menjadikannya pelajaran," ujar Gali Freitas.
Lebih lanjut, Gali menegaskan komitmennya untuk bekerja lebih keras demi hasil yang lebih baik pada laga berikutnya. Ia juga berharap tim dapat segera bangkit dan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
“Kami akan berlatih lebih keras dan memperbaiki kekurangan. Masih banyak pertandingan ke depan dan kami tidak boleh menyerah,” tambahnya.
Hasil imbang ini membuat Persebaya harus puas berbagi poin, sekaligus menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk meningkatkan konsistensi permainan, khususnya saat menghadapi lawan yang bermain dengan tekanan tinggi.
Pewarta : Darius Arif/ Sophia Tresnawati
Editor. : Dewi Sari.