PRI Dorong UMKM Naik Kelas, Siap Dukung Program Prabowo Dan Perluas Pasar Hingga Ekspor

PRI Dorong UMKM Naik Kelas, Siap Dukung Program Prabowo dan Perluas Pasar Hingga Ekspor

Tangerang || Radar Berita Nasional.co.id


Partai Rakyat Indonesia (PRI) melalui badan sayap Perisai menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Dukungan tersebut diwujudkan dengan memberikan ruang promosi, edukasi, serta pendampingan agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.


Ketua Perisai UMKM PRI, Riko Setama Vela, mengatakan pihaknya tegak lurus mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program-program kerakyatan seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pemberdayaan UMKM.


"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Kami ingin memberikan fasilitas agar UMKM bisa muncul ke permukaan, memanfaatkan digitalisasi, media sosial, dan e-commerce sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas," ujar Riko.


Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara mandiri apabila sektor UMKM terus diperkuat. Ia menilai pemerintah perlu terus menghadirkan regulasi yang berpihak kepada petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil agar mampu bersaing secara sehat.


"Kalau rakyat Indonesia bersatu dan UMKM berkembang, kita tidak perlu bergantung pada negara lain. Saat krisis 1998 maupun pandemi Covid-19, justru UMKM yang terbukti mampu bertahan ketika banyak perusahaan besar mengalami kesulitan," katanya.


Riko juga menekankan pentingnya branding dan legalitas produk. Menurutnya, setiap pelaku UMKM harus memiliki identitas merek yang kuat, kualitas produk yang terjamin, serta memenuhi persyaratan seperti sertifikasi BPOM maupun legalitas usaha lainnya.


"Branding bukan hanya soal nama, tetapi juga kualitas. Ketika produk sudah memiliki legalitas, pelaku UMKM akan lebih mudah bekerja sama dengan perbankan untuk memperoleh akses permodalan dan mengembangkan usahanya," jelasnya.


Ia menambahkan, keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama bagi sebagian besar pelaku UMKM. Oleh karena itu, edukasi mengenai legalitas usaha, akses pembiayaan, hingga strategi produksi massal menjadi fokus pendampingan PRI melalui Perisai.


Dalam kegiatan perdana tersebut, sebanyak 15 pelaku UMKM turut berpartisipasi. Kegiatan menghadirkan narasumber Juliana, Hardi, dan Desi, yang berasal dari kalangan pebisnis serta praktisi hukum untuk memberikan pembekalan kepada para peserta.


Ke depan, PRI berharap kegiatan serupa dapat berkembang menjadi bazar atau pesta rakyat yang melibatkan puluhan hingga ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah.


"Kami ingin membuka wadah edukasi sekaligus promosi. Harapannya, bukan hanya belasan UMKM yang ikut, tetapi ratusan UMKM sehingga produk-produk Indonesia semakin dikenal dan mampu menembus pasar ekspor," pungkas Riko.


(Supriadi)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13