Prof. Dr. Sutan Nasomal: "Presiden Perlu Meninjau Ulang Kenaikan Pajak Yang Mengancam Ekonomi Kerakyatan"

Prof. Dr. Sutan Nasomal:

JKT || RBN.CO.ID - Saya, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., menilai bahwa kebijakan kenaikan pajak yang sa'at ini diterapkan perlu ditinjau ulang secara menyeluruh oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kebijakan perpajakan yang terlalu tinggi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih berpotensi menimbulkan tekanan berat bagi masyarakat, pelaku usaha, serta sektor-sektor produktif yang menjadi penopang ekonomi nasional.


Menurut Sutan,kenaikan pajak bukan hanya berdampak pada dunia usaha besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat kecil yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Daya beli masyarakat yang masih lemah berisiko semakin menurun apabila biaya produksi, distribusi, dan harga barang terus meningkat akibat beban pajak yang bertambah.


" Saya berharap Presiden Republik Indonesia, Jenderal H. Prabowo Subianto, memperoleh masukan yang objektif dan komprehensif dari para penasihat ekonomi serta para pembantunya di pemerintahan. Setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan usaha nasional," katanya.


Persoalan ekonomi hari ini bukan sekedar angka statistik. Ini adalah persoalan kehidupan jutaan rakyat Indonesia yang membutuhkan pekerjaan, kepastian usaha, dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Ketika daya beli melemah, maka roda perekonomian akan melambat, investasi akan tertahan, dan lapangan kerja baru semakin sulit tercipta. Begitu ungkapan nya.


"Saya memandang bahwa konsep Ekonomi Pancasila yang selama ini menjadi cita-cita bangsa harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar penerimaan negara semata, tetapi juga harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan ekonomi nasional." Tambah nya.


Berbagai kalangan masyarakat telah menyampaikan kekhawatiran bahwa beban pajak yang tinggi akan memperberat kondisi usaha yang masih berjuang bangkit. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah serta kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok turut memberikan tekanan tambahan terhadap kehidupan masyarakat.


Saya meyakini bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi yang mampu memperkuat daya beli rakyat, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang. Kebijakan ekonomi harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat luas, terutama kelompok menengah ke bawah.


Oleh karena itu, saya mengajak pemerintah untuk mengevaluasi seluruh kebijakan yang berpotensi membebani rakyat. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Negara harus hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar sebagai regulator yang menambah beban kehidupan mereka.


Harapan saya sederhana, yaitu agar pembangunan ekonomi Indonesia berjalan sesuai amanat Pancasila dan UUD 1945, dengan menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama. Ketika rakyat kuat, maka bangsa akan kuat. Ketika daya beli meningkat, maka ekonomi nasional akan tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan," tutup nya.


Narsum : Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.

Pakar Hukum Internasional

Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda IndonesiaCatatan redaksional: Naskah di atas disusun dalam bentuk opini/pandangan pribadi seolah disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Sutan Nasomal, dengan gaya argumentatif dan bukan format pemberitaan media.

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13