Prof. Sutan Nasomal Kutuk Duga'an Pengguna'an Bom Termobarik Di Gaza, Desak Presiden Prabowo Siagakan Pasukan Elit !
JKT ||RBN.CO.ID-Guru Besar Hukum Internasional dan pemerhati HAM, Sutan Nasomal, melontarkan kecaman keras atas duga'an pengguna'an bom termobarik dan bom termal oleh Israel dalam konflik di Gaza. Ia menyebut praktik tersebut sebagai “kejahatan luar biasa terhadap kemanusia'an” dan meminta Prabowo Subianto meningkatkan kesiapsiagaan militer Indonesia menghadapi potensi eskalasi global,(19/2/26).
Dalam keterangan kepada para pemimpin redaksi media di Jakarta, Prof. Nasomal menilai pengguna'an senjata berdaya hancur ekstrem terhadap warga sipil Palestina merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional. Ia merujuk laporan media internasional yang menyebutkan senjata tersebut mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat Celsius dan menyebabkan korban “tanpa jasad”.
“Ini bukan sekadar pelanggaran perang, tetapi indikasi kejahatan terhadap kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam,” tegasnya.
•Desak Indonesia Siaga Strategis !
Prof. Nasomal menilai situasi konflik Timur Tengah berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas global, termasuk Indonesia. Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo tidak hanya memperkuat diplomasi, tetapi juga memastikan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern.
“NKRI tidak bisa hanya mengandalkan semangat bambu runcing. Kita harus siapkan teknologi pertahanan tercanggih menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah Indonesia mengambil posisi tegas di forum internasional guna menekan penghentian penggunaan senjata yang menimbulkan penderitaan massal terhadap penduduk sipil.
•Duga'an Senjata Termobarik dan Dampaknya !
Bom termobarik dikenal sebagai senjata berdaya ledak tinggi yang memanfaatkan gelombang tekanan dan panas ekstrem. Dalam ruang tertutup atau kawasan padat, efeknya dapat menghancurkan struktur bangunan dan menyebabkan luka bakar fatal pada manusia. Penggunaannya terhadap area berpenduduk sipil sangat kontroversial dan kerap dikaitkan dengan dugaan pelanggaran hukum perang.
Laporan investigatif media internasional yang dikutip Prof. Nasomal menyebut ribuan warga Gaza tewas dalam kondisi tubuh hancur akibat paparan panas ekstrem. Namun, klaim tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat militer dan lembaga HAM internasional, serta memerlukan verifikasi independen lebih lanjut.
•Seruan Global untuk Perdamaian !
Menurut Prof. Nasomal, eskalasi konflik di Gaza di tengah upaya perundingan damai meningkatkan risiko konfrontasi regional lebih luas. Ia mengingatkan bahwa penggunaan senjata pemusnah skala besar dapat memicu ketegangan antarnegara pemilik senjata strategis, termasuk potensi konflik nuklir.
“Pemimpin dunia harus menghentikan perang dan menegakkan hukum internasional. Kejahatan terhadap anak-anak dan warga sipil Palestina tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Ia menegaskan kecaman terhadap penggunaan bom termobarik bukan hanya suara pribadi, tetapi mencerminkan kegelisahan global para pegiat HAM dan hukum internasional atas penderitaan warga sipil di wilayah konflik.
Dewi Sari
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE., SH., MH., Guru Besar Hukum Internasional dan pemerhati HAM.