Sistem Pelatihan Ketahanan Pangan Siap Saji Khusus Dapur MBG Diterapkan Di Kecamatan Tenjo-Bogor

Sistem Pelatihan Ketahanan Pangan Siap Saji Khusus Dapur MBG Diterapkan di Kecamatan Tenjo-Bogor

JABAR || RBN.CO.ID - Guna menjamin kwalitas, keamanan, dan kelancaran pasokan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kecamatan Tenjo bersama Dinas Pangan dan Perindustrian Kabupaten resmi meluncurkan sistem pelatihan ketahanan pangan siap saji yang dikhususkan bagi pengelola, koki, dan tenaga kerja di seluruh dapur pelaksana MBG se-Kecamatan Tenjo (23/5/26).


Kegiatan yang berlangsung di Balai Graha PGRI Kecamatan Tenjo ini dihadiri tim ahli gizi Ibu Ririn, Dinas Kesehatan, Ketua SPPG Muzammil selaku pembina program MBG, penyuluh pangan, relawan, serta puluhan peserta dari setiap desa yang mengelola dapur pusat maupun dapur distribusi.


Bapak Muzammil selaku Kepala Seksi SPPG Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tenjo menjelaskan bahwa terdapat tiga dapur yang diundang dalam pelatihan tersebut, yaitu:


1. Dapur Desa Batok



2. Dapur Desa Bojong



3. Dapur Desa Cilaku


Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah strategis agar setiap dapur MBG memiliki standar kerja yang seragam, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian makanan yang aman dan bergizi.


Berbeda dengan pelatihan umum, materi yang diberikan disusun khusus mengacu pada pedoman teknis nasional program MBG, dengan fokus utama pada ketahanan pangan agar makanan tetap segar, higienis, dan bergizi saat didistribusikan ke sekolah-sekolah maupun penerima manfa'at lain nya.


“Dapur MBG adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Makanan yang diolah harus tidak hanya enak, tetapi juga memenuhi standar gizi yang ditetapkan, aman dikonsumsi, dan tahan dalam proses pengantaran. Melalui sistem pelatihan ini, kami memastikan seluruh pengelola memahami cara memilih bahan lokal terbaik, mengolahnya tanpa mengurangi kandungan gizi, serta menerapkan sistem penyimpanan dan pengemasan yang tepat agar kualitas makanan tetap terjaga hingga sampai ke tangan anak-anak,” ujar Muzammil.


Materi utama yang disampaikan dalam pelatihan meliputi pemilihan dan pengecekan kualitas bahan baku hasil pertanian dan peternakan lokal, teknik pengolahan pangan siap saji yang mempertahankan kadar gizi, penerapan prinsip Higiene Sanitasi Pangan (HSP) dan Keamanan Pangan, sistem penyimpanan bahan mentah maupun makanan matang agar tidak cepat rusak, serta manajemen stok pangan guna mencegah kekurangan maupun penumpukan bahan yang berisiko busuk.


Selain teori, peserta juga diberikan praktik penyusunan menu standar MBG dengan panduan tenaga ahli gizi dan pengawas pangan.


Salah satu peserta dari pengelola Dapur MBG Desa Bojong yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Selama ini, dirinya bersama tim sering mengalami kendala dalam menjaga kwalitas makanan sa'at proses distribusi ke lokasi yang cukup jauh.


 “Sekarang kami tahu teknik memasak dan cara mengemas yang benar supaya makanan tetap hangat, tidak basi, dan gizinya tetap terjaga saat disajikan. Ini ilmu yang sangat berharga agar kami bisa memberikan pelayanan terbaik,” imbuh nya.


Pihak penyelenggara menegaskan bahwa sistem pelatihan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Setelah tahap awal selesai, akan dilakukan pendampingan rutin ke setiap dapur MBG guna memantau penerapan materi yang telah diberikan sekaligus mengevaluasi kendala di lapangan.


Tujuan nya agar ketahanan pangan di tingkat kecamatan semakin kuat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi, serta seluruh dapur MBG di Kecamatan Tenjo mampu memproduksi makanan siap saji yang berkwalitas tinggi, aman, dan bergizi secara konsisten setiap hari.


Penulis : Een Suheni

Editor    : Dewi Sari

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13