Situasi Matraman Dan Jalan Tambak Kondusif, Polda Metro Jaya Pastikan Penanganan Dua Perkara Berjalan Profesional

Situasi Matraman dan Jalan Tambak Kondusif, Polda Metro Jaya Pastikan Penanganan Dua Perkara Berjalan Profesional

JAKARTA || RBN.CO.ID  – Situasi keamanan di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, dipastikan telah aman, terkendali, dan kondusif. Aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan perekonomian para pedagang dan pelaku UMKM di sekitar lokasi, kembali berjalan normal.


Untuk menjaga stabilitas keamanan, sebanyak 188 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik. Petugas melaksanakan patroli, pengaturan akses, negosiasi, serta mengedepankan pendekatan persuasif guna mencegah terjadinya keributan lanjutan.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pengamanan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi balasan maupun gangguan kamtibmas lainnya.


"Petugas tetap bersiaga dan melakukan pemantauan. Kami mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang," ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.


Berdasarkan hasil penyidikan sementara, rangkaian peristiwa bermula saat seorang pengendara sepeda motor ditegur karena menggeber kendaraannya. Pengendara tersebut diduga kembali bersama beberapa orang. Karena pihak yang dicari tidak ditemukan, terjadi perselisihan yang berujung pada duga'an perusakan gerobak milik warga di kawasan Matraman.


Dalam perkara dugaan perusakan tersebut, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni GNA, AJL, FAM, dan ELL. Keempatnya telah diamankan untuk menjalani proses hukum.


Penetapan tersangka didasarkan pada keterangan saksi, rekaman CCTV, serta alat bukti lainnya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu gerobak nasi uduk, satu DVR CCTV, dua unit sepeda motor, dan pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.


Setelah insiden tersebut, terjadi dugaan pengeroyokan di Jalan Tambak yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Sementara seorang korban lainnya berinisial D mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Polda Metro Jaya turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.


Perkara dugaan pengeroyokan itu ditangani oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, sementara penahanan para tersangka dititipkan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa serta keterlibatan pihak-pihak lainnya.


 "Penyidik telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan tiga orang berinisial SK, AS, dan OR sebagai tersangka. Ketiganya telah diamankan, sementara kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat masih terus didalami," kata AKBP Roby.


Polda Metro Jaya menegaskan kedua perkara tersebut ditangani secara profesional, objektif, dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada. Setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai perannya dan ketentuan hukum yang berlaku.


Kepolisian juga menyampaikan bahwa seluruh pihak yang berperkara telah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada Polda Metro Jaya. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif, tidak melakukan tindakan balasan, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi bernuansa SARA yang berpotensi memperkeruh keada'an.


Sophia T

Editor : Dewi Sari.



A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13