Tragis ! Siswa SD Di Ngada Ditemukan Gant*ng Dir*, Diduga Terkait Perminta'an Perlengkapan Sekolah Yang Tak Terpenuhi
Photo Ilustrasi
Ngada, NTT ||RBN.CO.ID-Peristiwa memilukan terjadi di Desa Batajawa, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar berinisial YBR (10) ditemukan diduga meninggal dunia di bawah pohon cengkeh setinggi sekitar 15 meter denhan seutas tali secara tragis, dekat rumah nenek nya.Pada 29 January 2026.
Kejadian ini mengundang duka mendalam sekaligus perhatian publik terhadap kondisi sosial dan psikologis anak. Berdasarkan beberapa sumber, sehari sebelum kejadian korban sempat meminta uang rp.10 000 kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen sebagai kebutuhan sekolah.Seperti dilangsir Detikbali.com.
Namun perminta'an tersebut belum dapat dipenuhi lantaran keterbatasan ekonomi keluarga, dan konon kabar nya rumah tangga sang ibu telah berakhir dengan perceraian.
Bahwa keluarga korban diketahui hidup dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit. Situasi tersebut diduga memengaruhi kondisi emosional anak sebelum peristiwa tragis terjadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.
Seperti dikatakan Philipus Jio Kepala desa Batajawa Setempat, sebelum mengakhiri hidupnya, YBR diketahui sempat menulis sepucuk surat yang ditujukan kepada ibunya. Dalam surat tersebut, korban menyampaikan pesan perpisahan dan meminta sang ibu untuk tidak menangis serta tidak mencarinya apabila dirinya telah tiada.
Berikut isi surat yang ditinggalkan korban:
Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)
Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama
(Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)
Molo Mama (Selamat tinggal mama).
Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak terkait diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan masyarakat.
Catatan Redaksi:
Informasi mengenai peristiwa ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, konselor sekolah, atau layanan kesehatan terdekat.***
Pewarta : Dewi Sari
Editor : Abdul Aziz.