Viral ! Duga'an Modus ART Rekrutan "Chanal Lowker Medsos Ternama," Sejumlah Korban Di Berbagai Daerah Alami Kerugian !!

Viral ! Duga'an Modus ART Rekrutan

JAKBAR || RBN.CO.ID - Duga'an tindak pencurian dengan modus menjadi asisten rumah tangga (ART) hasil perekrutan melalui "platform media sosial berkelir khas biru" tengah menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah warga di berbagai daerah melaporkan kehilangan kendara'an maupun barang berharga setelah mempekerjakan ART yang baru dikenal dalam waktu singkat melalui media sosial. (18/5//026).


Pola kejadian yang dinilai memiliki kemiripan memunculkan kekhawatiran publik terkait keamanan perekrutan pekerja rumah tangga secara online tanpa proses verifikasi identitas yang memadai.


Salah satu laporan tercatat di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Korban bernama Zulfikar Farhan Muzacky melaporkan dugaan pencurian ke SPKT Polsek Cengkareng dengan nomor laporan LP/B/251/III/2026/SPKT/POLSEK CENGKARENG/POLRES METRO JAKBAR/POLDA METRO JAYA tertanggal 2 Maret 2026.


Dalam laporan tersebut, korban mengaku kehilangan satu unit sepeda motor Honda Stylo tahun 2024 warna hijau dengan nomor polisi B 5799 BMN. Kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.


Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terlapor diketahui baru beberapa hari bekerja sebagai ART di rumah korban sebelum kendaraan tersebut dilaporkan hilang. Dugaan sementara, pelaku mengambil kunci motor yang berada di dalam rumah sebelum membawa kendaraan keluar. Rekaman CCTV di sekitar lokasi disebut turut menjadi bagian dari bahan penyelidikan.


Kasus serupa juga disebut terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Bandung, seorang warga bernama Juwita Gilang Permata dikabarkan telah membuat laporan polisi terkait dugaan pencurian oleh ART yang direkrut melalui media sosial. Korban mengaku kehilangan sejumlah barang berharga setelah mempekerjakan ART yang baru dikenalnya secara online.


Sementara itu di Tajurhalang, Bogor, korban bernama Elin Sri Agustini mengaku kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio dan sebuah tablet Samsung. Korban menyebut keluarganya merasa trauma atas kejadian tersebut karena sebelumnya telah memberikan kepercayaan kepada pekerja yang diterima melalui pelantara'an akun tersebut.


Munculnya sejumlah laporan dengan pola hampir serupa dari berbagai daerah memicu perhatian masyarakat. Media sosial yang selama ini menjadi sarana mencari pekerjaan dan tenaga kerja dinilai perlu disertai proses verifikasi yang lebih ketat guna mencegah potensi penyalahgunaan.


Sejumlah korban juga berharap aparat penegak hukum dapat mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antar kasus, termasuk menelusuri dugaan jaringan tertentu di balik perekrutan ART melalui media sosial.


Masyarakat dihimbau lebih berhati-hati saat mencari pekerja rumah tangga secara online, termasuk melakukan pengecekan identitas, alamat domisili, referensi kerja, serta meminta dokumen pendukung sebelum mempekerjakan seseorang di lingkungan rumah.


Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap laporan-laporan yang telah diterima.


Pewarta : I'in Warsinah/M.Sadam

SC.          PH

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to access array offset on value of type null

Filename: portal/visitor_counter.php

Line Number: 13