Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Disiapkan Hadapi Tantangan Global Dan Era Digital
Jakarta | Rbn.co.id – Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan kepemimpinan Polri pada Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-35, Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan Ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa para lulusan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Dari total 418 lulusan tersebut, terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Seluruh peserta didik akan kembali ke satuan masing-masing untuk mengemban tugas sebagai calon pemimpin di lingkungan Polri.
“Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Wakapolri.
Pendidikan kepemimpinan tahun ini juga melibatkan kolaborasi lintas institusi. Program Sespimti diikuti oleh 47 peserta Polri, delapan peserta TNI, serta dua peserta dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sementara itu, Sespimmen diikuti peserta dari Polri, TNI, serta dua peserta mancanegara asal Timor Leste sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman kepemimpinan.
Dalam amanatnya, Wakapolri menyoroti kondisi global yang masih dipenuhi berbagai ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang, serta persaingan antarnegara yang berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, hingga perekonomian dunia. Menurutnya, situasi tersebut turut memengaruhi Indonesia sehingga stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia menegaskan, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan agar berbagai program pemerintah, mulai dari swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan secara optimal.
Selain tantangan global, perkembangan teknologi juga menghadirkan ancaman baru berupa kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) oleh pelaku kejahatan. Karena itu, para lulusan diminta meningkatkan kompetensi digital melalui penguasaan AI, analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT).
“Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” tegasnya.
Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme masih terus berkembang, terutama melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Ia menyebutkan, sepanjang 2023 hingga 2026 Polri telah melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris serta mampu mempertahankan zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh jajaran tidak boleh lengah terhadap berkembangnya radikalisme digital maupun fenomena Nihilistic Violent Extremism. Penguatan deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, serta pengawasan ruang siber harus terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.
Mengutip pesan Presiden Republik Indonesia pada Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menekankan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis kinerja Polri akan semakin baik.
“Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Setiap tindakan, keputusan, dan sikap saudara akan mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, serta hadir memberikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pesan Wakapolri.
Pada kesempatan itu, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. pada kategori Sespimti. Sementara penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diberikan kepada Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. untuk kategori Sespimmen dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H. pada kategori SPPK. Adapun penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Pratama kategori Sespimma diraih AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M.
Menutup amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan menjadikan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sebagai modal untuk memperkuat institusi, mempererat sinergi, serta terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menghadapi tantangan masa depan.
Sophia T
Editor : Dewi Sari.