Warga Desa Pondok Jaya Tolak Truk Tanah Melintas Jalur Alternatif, Keselamatan Anak Sekolah Jadi Prioritas
Tangerang, Sepatan | Radar Berita Nasional.co.id
Kamis, 30 Juli 2026 – Warga Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap kendaraan roda enam (R6), khususnya truk pengangkut tanah, yang melintasi jalur alternatif di wilayah mereka. Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya melindungi keselamatan pengguna jalan, terutama para pelajar yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan dan dokumentasi Jurnalis Radar Berita Nasional.co.id, aksi tersebut dihadiri Kepala Desa Pondok Jaya Deri Darmawan, Kepala Desa Riyan Rahmat Padilah, perangkat Desa Pondok Jaya, Ketua RW 02 Didi, Jaro 03 Anwar, Ketua RT 02 Suhendas, Ketua RT 05/RW 03 Mudi, serta unsur TNI Abdul Johari yang turut mengawal jalannya kegiatan bersama masyarakat.
Kepala Desa Pondok Jaya, Deri Darmawan, menyampaikan bahwa keberatan warga muncul karena jalur alternatif tersebut kerap dilintasi truk pengangkut tanah. Menurutnya, kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
"Di sepanjang jalur ini terdapat sejumlah fasilitas pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga MI. Setiap hari banyak anak sekolah melintas, sehingga masyarakat merasa khawatir apabila kendaraan berat tetap diizinkan melewati jalur ini," ujarnya.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah preventif sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas. Menurut mereka, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibanding menunggu terjadinya musibah.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan kekecewaan terhadap respons yang diterima saat Ketua RW 02, Didi, berkoordinasi dengan petugas Dinas Perhubungan di Pos Pantau Simpang Tiga Sepatan. Menurut keterangan warga, mereka diarahkan untuk mengajukan surat resmi, sementara aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan upaya pencegahan demi keselamatan masyarakat.
Seorang Aktivis Sepatan turut mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait agar segera melakukan evaluasi serta pengaturan lalu lintas kendaraan berat di jalur alternatif tersebut.
"Apabila sampai terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa, siapa yang akan bertanggung jawab..? Pencegahan jauh lebih penting daripada penyesalan setelah musibah terjadi," tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera menetapkan kebijakan yang mengutamakan keselamatan warga dengan membatasi atau melarang kendaraan berat melintasi jalur alternatif yang berada di kawasan pendidikan.
Jurnalis: Abdul Aziz