Workshop HIMPAUDI Teluknaga–Kosambi: Dorong Guru PAUD Terapkan Deep Learning Yang Bermakna Dan Menyenangkan
TANGERANG KAB || RBN.CO.ID- Semangat peningkatan kwalitas pendidikan anak usia dini (PAUD) kembali digaungkan diantara nya melalui kegiatan workshop bertema “Merancang Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Proses Belajar Mengajar” yang digelar oleh HIMPAUDI Kecamatan Teluknaga dan Kosambi, Kabupaten Tangerang- Banten (9/4/26).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Teluknaga, Kampung Melayu Timur (Kamtim) ini menjadi wadah interaktif bagi para guru PAUD untuk memperdalam keterampilan mengajar melalui pelatihan praktis, diskusi intensif, serta kolaborasi dalam kelompok kecil.
Whorkshop ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, di antaranya Camat Teluknaga, Ketua HIMPAUDI Teluknaga dan Kosambi, Ketua PGRI, perwakilan IGTK, penerbit Erlangga, narasumber, kepala sekolah PAUD/KB/TK, serta ratusan guru peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Ketua HIMPAUDI Kecamatan Teluknaga, Sri Utami Ningsih, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat dan kualitas para pendidik PAUD.
“Acara ini sangat penting untuk membahagiakan guru, agar lebih ceria dan semangat dalam mengajar. Selain itu, kami ingin memastikan ilmu yang diberikan tepat sasaran bagi anak didik. Ke depan, kami berharap workshop seperti ini bisa rutin dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun sebagai bagian dari program HIMPAUDI,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Novita Devi Yanti, S.Pd.I, M.Pd memaparkan pentingnya penerapan konsep deep learning dalam pembelajaran PAUD, yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi lebih pada pemahaman mendalam, keterkaitan konsep, serta penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis mindful, meaningful, joyful menjadi kunci dalam meningkatkan keterlibatan anak di kelas. Melalui penyusunan modul ajar yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta eksplorasi konkret, anak-anak didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif.
“Deep learning bukan sekedar tentang algoritma, melainkan bagaimana kita membentuk masa depan pembelajaran. Mari teruskan semangat kolaborasi dan inovasi ini di sekolah masing-masing, agar setiap momen belajar menjadi lebih bermakna dan berkesan,” tegasnya.
Workshop ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan anak usia dini di wilayah Teluknaga dan Kosambi, sekaligus memperkuat profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern berbasis teknologi.
Semangat peningkatan kwalitas pendidikan anak usia dini kembali digaungkan teemasuk melalui kegiatan workshop salah satu nya, bertema kan “Merancang Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Proses Belajar Mengajar” yang digelar oleh HIMPAUDI Kecamatan Teluknaga dan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten (9/4/26).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Teluknaga, Kampung Melayu Timur ini menjadi wadah interaktif bagi para guru PAUD untuk memperdalam keterampilan mengajar melalui pelatihan praktis, diskusi intensif, serta kolaborasi dalam kelompok kecil.
Workshop ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam, di antaranya Camat Teluknaga, Ketua HIMPAUDI Teluknaga dan Kosambi, Ketua PGRI, perwakilan IGTK, penerbit Erlangga, narasumber, kepala sekolah PAUD/KB/TK, serta ratusan guru peserta yang antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Ketua HIMPAUDI Kecamatan Teluknaga, Sri Utami Ningsih, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat dan kualitas para pendidik PAUD.
“Acara ini sangat penting untuk membahagiakan guru, agar lebih ceria dan semangat dalam mengajar. Selain itu, kami ingin memastikan ilmu yang diberikan tepat sasaran bagi anak didik. Ke depan, kami berharap workshop seperti ini bisa rutin dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun sebagai bagian dari program HIMPAUDI,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Novita Devi Yanti, S.Pd.I, M.Pd memaparkan pentingnya penerapan konsep deep learning dalam pembelajaran PAUD, yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi lebih pada pemahaman mendalam, keterkaitan konsep, serta penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis mindful, meaningful, joyful menjadi kunci dalam meningkatkan keterlibatan anak di kelas. Melalui penyusunan modul ajar yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta eksplorasi konkret, anak-anak didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif.
“Deep learning bukan sekedar tentang algoritma, melainkan bagaimana kita membentuk masa depan pembelajaran. Mari teruskan semangat kolaborasi dan inovasi ini di sekolah masing-masing, agar setiap momen belajar menjadi lebih bermakna dan berkesan,” tegasnya.
Workshop ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan anak usia dini di wilayah Teluknaga dan Kosambi, sekaligus memperkuat profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern berbasis teknologi.
Wartawan: Andika