6.000 Unit Rumah Subsidi BAPERA Diserahterimakan, Presiden Prabowo Lakukan Serah Terima Simbolis Hari Ini
BANTEN, SERANG ||RBN.CO.ID– Pemerintah Republik Indonesia (RI) Melalui Presiden Prabowo Subianto berserta jajaran terkait, kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kali ini sebanyak 6.000 unit rumah subsidi BAPERA resmi akan segera diserahterimakan kepada para penerima manfa'at dalam kegiatan akad massal dan penyerahan kunci KPR FLPP PBI yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025.
Secara nasional, tercatat 50.030 unit rumah subsidi KPR FLPP telah dilakukan akad massal dan penyerahan kunci. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk nyata dukungan negara terhadap percepatan program perumahan rakyat.
Program rumah subsidi ini menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari guru, pengemudi ojek online, pedagang, pekerja informal, hingga penyandang disabilitas juga ada anggota TNI. Seluruh penerima merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh rumah bersubsidi melalui skema KPR FLPP. (Fasilitas Likuiditas Pembiaya'an Perumahan) , Rumah Sejahtera, dengan suku bunga tetap (flat) sebesar 4 persen.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyediakan lahan seluas 60 hektare yang dialokasikan khusus bagi pembangunan perumahan subsidi. Salah satu lokasi pembangunan berada di kawasan Pondok Banten Indah, Kota Serang, yang menjadi titik pelaksanaan kegiatan serah terima pada Sabtu (20/12/2025).
Salah satu penerima manfa'at, Abdul Rohim, seorang guru honorer, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai rumah subsidi di Pondok Banten Indah memiliki daya tarik tinggi, terutama dari segi tipe dan lokasi.
“Rumahnya tipe 36, dengan bu ga 0,4% ada dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Lokasinya juga sangat strategis, dekat jalan raya. Fasilitas dan tipe rumahnya saya sangat suka,” ujar Abdul Rohim.
Ia juga menyampaikan bahwa proses kepemilikan rumah tergolong mudah dan terjangkau.
“Untuk DP alhamdulillah nol persen, hanya booking fee Rp500 ribu, di luar materai dan keperluan lain. Saya ambil tenor 15 tahun dengan cicilan sekitar Rp1.280.000 per bulan. Prosesnya sekitar dua bulan, termasuk verifikasi data,” jelasnya.
Abdul Rohim pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas kemudahan regulasi yang diberikan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah. Saya sebagai guru honorer sangat mengapresiasi program ini karena benar-benar mempermudah masyarakat kecil,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan debitur lainnya yang juga berprofesi sebagai guru honorer dan memiliki dua anak. Ia mengaku merasa sangat terbantu dengan program rumah subsidi tersebut.
“Program ini sangat berguna dan kami sekeluarga merasa sangat terbantu. Lingkungan perumahan juga sangat baik, penghijauannya bagus, dan tetangganya mudah beradaptasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, informasi mengenai perumahan tersebut diperoleh dari rekannya yang lebih dahulu mengambil rumah di kawasan Taktakan.
“Daya tariknya rumah tipe 36, lokasinya strategis dekat jalan raya, serta fasilitas rumahnya sangat memadai. Itu yang membuat saya tertarik memilih Pondok Banten Indah, Serang,” tutupnya.
Program rumah subsidi ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan papan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat Indonesia secara berkelanjutan.***
Pewarta : Dewi Sari
Penulis : Taer-Red