AWII DPD Banten Lakukan Kunjungan Kemanusiaan Ke Keluarga Pasien Disabilitas Di Larangan
Kota Tangerang ||Rbn.co.id– Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan Aliansi Wartawan Investigasi Indonesia (AWII) DPD Provinsi Banten. Ketua AWII DPD Banten bersama jajaran Divisi Investigasi melakukan kunjungan kemanusiaan ke rumah keluarga pasien disabilitas di Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Kamis (8/12/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua AWII DPD Provinsi Banten, Fadlli Achmads Am, didampingi anggota Divisi Investigasi Saudi (Gondrong). Mereka menyambangi kediaman Dewi Lestari (16), seorang penyandang disabilitas, putri dari Sujarwo, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang es susu kacang keliling.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen AWII dalam menjalankan fungsi sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam memberikan perhatian kepada masyarakat rentan yang membutuhkan pendampingan dan dukungan lintas sektor.
Kunjungan berlangsung sekitar pukul 15.41 WIB, bertempat di Jl. Musholla RT 003/RW 001, Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua dan Divisi Investigasi AWII berdialog langsung dengan keluarga pasien untuk menggali informasi terkait kondisi kesehatan Dewi Lestari serta kendala yang dihadapi keluarga, terutama keterbatasan ekonomi dan kebutuhan layanan kesehatan berkelanjutan.
AWII menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak pasien disabilitas, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial, dapat terpenuhi secara optimal.
Hasil kunjungan ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan penyampaian aspirasi dan permohonan perhatian kepada sejumlah pihak, antara lain Lurah Gaga Muhammad Nur, Camat Larangan Nasrullah, SE, M.A.P, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta Dinas Kesehatan setempat.
AWII berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing demi menjamin keberlanjutan layanan dan perlindungan sosial bagi pasien disabilitas dan keluarganya.
(Tim AWII/Redaksi)