DI DUGA TAWURAN PELAJAR TERJADI DI DESA BELIMBING, APARAT AMANKAN SEJUMLAH SAJAM
TANG UT ||RBN.CO.ID— Aksi tawuran antar pelajar kembali terjadi di wilayah Desa Belimbing pada Selasa (18/11/2025). Warga yang melihat keributan tersebut segera melapor kepada aparat keamanan. Polri dan TNI yang tiba di lokasi berhasil membubarkan tawuran serta mengamankan sebuah senjata tajam (sajam) yang diduga digunakan oleh salah satu pelajar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam kejadian kali ini, pernyataan bahwa “tawuran tidak membawa musibah” jelas tidak benar. Faktanya, tawuran pelajar merupakan tindakan kekerasan yang kerap menimbulkan kerugian serius, baik bagi pelaku, korban, keluarga, maupun masyarakat.
Sejumlah dampak nyata dari tawuran pelajar antara lain:
1. Korban Jiwa dan Cedera Serius
Banyak kasus tawuran berakhir tragis, mulai dari luka berat, cacat permanen, hingga kematian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tawuran menjadi salah satu penyebab kematian remaja di sejumlah daerah.
2. Kerusakan Psikologis
Pelaku maupun korban rentan mengalami trauma jangka panjang seperti PTSD, kecemasan, dan depresi akibat paparan kekerasan.
3. Konsekuensi Hukum
Tawuran merupakan tindak kriminal. Pelajar yang terlibat dapat dijerat hukum pidana, yang berdampak pada catatan kriminal dan masa depan mereka.
4. Kerugian Materi
Kerusakan fasilitas umum maupun pribadi akibat tawuran kerap menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit dan harus ditanggung masyarakat.
5. Dampak Sosial dan Citra Sekolah
Aksi tawuran mencoreng nama baik sekolah, mengganggu ketenangan warga, serta membuat keluarga harus menanggung beban emosional dan ekonomi.
Aparat keamanan mengimbau orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap pelajar agar kejadian serupa tidak terulang. “Tidak ada kemenangan dalam kekerasan. Yang tersisa hanya penyesalan dan kerugian,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Jurnalis: Misan
Editor : Dewi Sari.