DIDUGA TERTUTUP DAN TAK TRANSPARAN, PROYEK UDITCH DI LINGKUNGAN RT 13/02 DESA BUNDER KEC CIKUPA DISEBUT-SEBUT MENYIMPANG !!
TANG KAB||RBN.CO.ID-Proyek pembangunan drainase uditch di Kp.Bunder, RT 13/02, Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang-Banten, pada Minggu siang (23/11/2025) menuai sorotan miring. Kegiatan fisik dengan anggaran negara tersebut diduga sengaja ditutup-tutupi oleh oknum mandor/pelaksana di lapangan.
Sa'at awak media online dan cetak radarberitanasional.co.id meminta konfirmasi kepada Ketua RT setempat, Damiyati atau akrab disapa Toge, ia membenarkan bahwa proyek drainase tersebut berada di wilayahnya.
“Iya benar itu lagi bikin uditch 40, dari aspirasi dewan PAN yang diusulkan warga juga, yakni inisial T dan S selaku relawan partai,” ujarnya sa'at dihubungi melalui telepon.
Namun Damiyati mengaku tidak mendapatkan informasi detail terkait pelaksana'an proyek, termasuk spesifikasi maupun teknis pekerjaan. Ia mengatakan sudah berusaha menanyakan langsung kepada mandor proyek, namun tidak mendapat jawaban jelas.
“Nomor WA-nya juga saya sudah minta ke mandornya, tapi dia jawab nggak usah. Katanya nanti kalau ada apa-apa hubungi relawan saja, T atau S,” terangnya.
•Diduga Tidak Pasang Papan Proyek dan Tak Penuhi Standar K3
Sejumlah kejanggalan juga terlihat di lapangan. Selain tidak adanya papan informasi proyek atau KIP sebagai bentuk transparansi publik, pekerja juga dilaporkan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagaimana diatur dalam UU K3.
Hal ini menimbulkan duga'an bahwa proyek tersebut tidak mengikuti prosedur dan ketentuan pekerjaan konstruksi yang benar,parahnya tidak ditemuinya pengawas dan kesan berjalan lepas kontrol asal jadi.
•Proyek Berjalan Lambat, Warga Terdampak
Ketua RT turut mengeluhkan lambatnya pengerjaan uditch, yang berdampak pada aktivitas warga sekitar.
“Itu juga kerjaan cuma dikerjain 4 orang, sudah seminggu nggak kelar-kelar. Seharusnya 4 hari itu sudah selesai,” keluhnya.
Lambatnya pekerjaan diduga menjadi penyebab hambatan mobilitas warga serta menimbulkan ketidaknyamanan karena proses pengerja'an yang berlarut-larut.
Pewarta : Dewi Sari
Penulis : Taer-Red.