Prof Dr Sutan Nasomal Prihatin Kasus Ibu Dan Anak Gantung Diri: “Ini Krisis Sosial, Desa Gagal Melindungi Warganya”
DKJ ||RBN.CO.ID- Meningkatnya tekanan ekonomi di berbagai daerah dinilai telah memicu krisis sosial serius. Salah satu peristiwa yang mengguncang publik adalah kasus seorang ibu rumah tangga yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri bersama anaknya akibat diduga kelaparan dan himpitan ekonomi (12/01/26).
Pakar Hukum Internasional, Prof Dr Sutan Nasomal, SH, MH, menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut. Ia menilai kejadian itu merupakan bukti nyata kegagalan sistem perlindungan sosial di tingkat desa.
“Ini adalah krisis sosial. Desa gagal melindungi warganya. Tidak boleh ada satu pun warga negara Indonesia yang kelaparan hingga putus asa,” tegas Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan daring, nasional maupun internasional, dari Kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka (POM) di Jakarta, Sabtu (11/1/2025), melalui sambungan telepon seluler.
•Dorong Keppres Perlindungan Warga Miskin
Prof Sutan mendorong Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang mewajibkan pemerintah desa melindungi, mengayomi, dan membantu warga miskin, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang dan pangan.
Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa kebijakan tegas dan pengawasan ketat, Indonesia berpotensi menghadapi gelombang tragedi sosial serupa.
“Pemerintah desa harus aktif menyisir dan mendata warganya yang kelaparan. Bupati dan wali kota juga wajib mengeluarkan Perbup atau Perwali sebagai langkah antisipatif,” ujarnya.
•Krisis Sosial Berstatus “Merah”
Prof Sutan menilai kondisi sosial masyarakat saat ini telah memasuki status darurat (zona merah). Ia menyoroti lemahnya pendataan sosial di tingkat desa sebagai akar persoalan.
“Kantor desa dengan seluruh perangkatnya seharusnya tahu apakah hari ini ada warganya yang tidak makan atau sakit parah dan tidak mampu berobat. Desa adalah pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dalam kondisi normal, keluarga atau kerabat biasanya menjadi penopang pertama ketika seseorang mengalami kesulitan. Namun, jika seluruh jejaring sosial gagal membantu, maka negara melalui desa wajib hadir memberikan solusi.
•Teguran Keras untuk Pemda dan Tokoh Masyarakat
Kasus ibu dan anak gantung diri di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menurut Prof Sutan, harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
“Ini bukan hanya kegagalan individu, tetapi kegagalan sistem. Jangan hanya memikirkan perut pejabat, perut rakyat juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya anggaran cadangan miliaran hingga puluhan miliar rupiah di tingkat pemerintah daerah yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kondisi darurat sosial.
•Harapan Peran TNI–Polri
Prof Sutan berharap TNI dan Polri turut berperan aktif dalam mendeteksi dan mencegah krisis sosial di tengah masyarakat.
“Jangan sampai ada lagi ibu dan anak yang mengakhiri hidupnya karena kelaparan dan tidak adanya solusi,” pungkasnya.***
Editor : Dewi Sari
Narasumber: Prof Dr Sutan Nasomal, SE, SH, MH Pakar Hukum Internasional.