Proyek Turap Dikp Pabuaran, Kesan Bekerja Tanpa Standar (K3), Kurang Pasir Semen, Hingga Diduga Kualitas Diragukan Serta Tak Ada Pengawasan
TANGERANG, - Diduga Proyek pembangunan turap di Kampung pabuaran, Kecamatan karawaci, Kota Tangerang, kini menjadi sorotan warga. Bukan hanya karena para pekerja bekerja tanpa standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tapi juga lantaran sikap pelaksana yang terkesan menutup diri dan enggan transparan.
Lebih jauh, publik mulai curiga dugaan proyek ini hanya dijalankan yang minim kualitas atau asal-asalan, semen putih dan semen biasa nya yang kurang bagus dalam pandangan mata,pasir nya juga yang kurang bagus,sementara anggaran tetap dicairkan penuh. Dugaan adanya permainan anggaran pun mencuat,apalagi jika melihat kondisi lapangan yang dirasa masih kurang sesuai standar tekhnis,dan pekerja nya hanya 5 orang dan minim pengawasan, saat awak media menyambangi pengawas tidak ada lokasi proyek dan tidak sekalipun dijumpai.
“Padahal, proyek pembangunan yang menggunakan uang rakyat seharusnya dijalankan secara transparan, profesional, dan patuh aturan. Jika K3 diabaikan dan keterbukaan informasi ditutup rapat, wajar bila muncul pertanyaan besar?...
Ada apa dengan proyek turap ini..?
Masyarakat pun yang telah diwawancarai oleh media ikut memnerikan statement mba tolong dibantu ini dalam pengerjaan turap nya kenapa pakai kualitas yang kurang bagus menurut saya karena saya juga pekerja sebagai orang bangunan jika tidak memakai pasir dan semen yang bagus maka akan cepat ke gerus air dan tidak tahan lama sayang kan anggaran pemerintah dalam pengerjaan proyek ini dengan bahan yang kualitasnya kurang, yang saya liat disini semen putih nya seperti kurang menempel jadi kalo tidak dibanyakin semen maka hasil nya akan cepat rusak dan tidak tahan lama," ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Saya mendesak aparat pengawas, baik dari pemerintah daerah, Inspektorat, maupun aparat penegak hukum, segera melakukan investigasi mendalam. Jangan sampai anggaran negara yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat justru “disulap” menjadi bancakan pihak tertentu.
Erna
Editor: Dewi Sari.