Viral Lagi ! MBG Di Sepatan Diduga Tak Layak, Orang Tua Murid SDN Sarakan Mengaku Sangat Kecewa
TANGERANG KAB || RadarBeritanasional.co.id- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Kali ini terjadi di SDN I dan SDN II Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang- Banten, pada Jumat (26/12/2025).
Sejumlah orang tua murid mengaku kecewa setelah menerima paket MBG yang dinilai tidak layak disebut makanan bergizi, terlebih diperuntukkan bagi siswa Sekolah Dasar usia 6–12 tahun. Isi Paket MBG Dipertanyakan berdasarkan informasi yang diterima redaksi, paket MBG yang dibagikan hanya terdiri dari tiga jenis makanan, yaitu:
Kacang merek 2 Kelinci
Rp1.000 × 4 = Rp4.000
Roti kemasan
Rp2.000 × 4 = Rp8.000
Nanas muda
Rp5.000 × 1 = Rp5.000
Total anggaran: Rp17.000, yang disebut-sebut diperuntukkan untuk kebutuhan konsumsi selama lima hari. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena tidak disertai air mineral maupun susu, padahal keduanya menjadi unsur penting dalam pemenuhan gizi anak.
Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Kenapa makanannya seperti ini..? Ini tidak sesuai dengan harapan program gizi nasional. Sangat disayangkan anggaran Rp17 ribu untuk lima hari, gizinya di mana..?” ujarnya, Sabtu (26/12/2025). Ia juga mengaku telah mempertanyakan ketiadaan susu kepada petugas MBG di Desa Sarakan. Namun jawaban yang diterimanya justru mengejutkan.
“Petugas bilang, ‘viralkan saja kalau mau diviralkan, susu susah didapat, nanti dirapel minggu depan’. Katanya ini untuk lima hari,” ungkapnya menirukan ucapan petugas. Menuai Sindiran Wali Murid. Kekecewa'an juga terdengar saat para wali murid berdiskusi. Salah seorang di antaranya bahkan menyindir: “Itu mah makanan buat ronda jaga malam siskamling,” celetuknya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG maupun pihak SDN I dan SDN II Sarakan terkait dugaan pemberian makanan yang tidak layak konsumsi tersebut. Program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan prestasi siswa, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Masyarakat berharap pihak-pihak terkait, baik pelaksana maupun pengambil kebijakan program MBG, lebih serius dan bertanggung jawab dalam memastikan kwalitas makanan yang diberikan kepada siswa-siswi Indonesia. Program nasional ini diharapkan benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi anak, bukan justru menimbulkan kekecewa'an dan polemik di tengah masyarakat.
Jurnalis: Abdul Aziz
Editor. : Dewi Sari