Warga Pesisir Bulusari Brebes Gelar Jaran Lumping, Sebagai Ikhtiar Unik Tekan Serangan Hama Tikus
Brebes ||Rbn.co.id-Upaya pengendalian hama tikus di wilayah pesisir utara Brebes dilakukan warga dengan cara yang unik alias tidak biasa, petani di Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes,Ja-teng(11/01/26).
Menghidupkan kembali kesenian kuda lumping di area persawahan sebagai bagian dari ikhtiar kolektif menghadapi serangan tikus yang mengancam hasil panen. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bulusari, Saefudin Trirosanto, dan melibatkan warga serta kelompok tani setempat. Pertunjukan jaran lumping digelar di sekitar lahan pertanian padi dengan iringan musik tradisional khas pesisir, disertai doa bersama sebelum musim tanam.
Saefudin menjelaskan, tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang dahulu kerap dilakukan masyarakat agraris sebagai simbol penolak gangguan alam. Selain bernilai budaya, aktivitas itu juga diyakini mampu menciptakan suara dan getaran yang tidak disukai tikus, sehingga hama menjauh dari area sawah.
“Ini bentuk ikhtiar masyarakat. Kami tetap melakukan pengendalian hama secara teknis, tetapi juga menjaga tradisi lokal yang mengandung nilai kebersamaan dan spiritual,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, warga tidak hanya menampilkan kesenian, tetapi juga melakukan aksi simbolik dengan mengarak tikus hasil tangkapan mengelilingi pematang sawah sebelum dilepas di lokasi tertentu. Ritual tersebut dimaknai sebagai pesan agar hama tidak kembali merusak tanaman.
Selain bertujuan melindungi hasil pertanian, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial warga desa serta menjaga eksistensi seni tradisional kuda lumping agar tetap dikenal generasi muda.
Masyarakat berharap, dengan kolaborasi antara pendekatan tradisional dan metode pertanian modern, serangan hama dapat ditekan dan hasil panen petani pesisir Bulusari tetap terjaga.
Pewarta : Dewi Sari
Sumber : Kontributor Jateng.